CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »



Kamis, 13 Juni 2013

Analisis Video





TUGAS
ANALISIS VIDEO PENDEK



Diajukan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah
Pendidikan IPS di SD 2

Disusun Oleh:
Rustiani Hartini (063161111143)

Semester IV
PGSD kelas D

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI
Jl. R. S yamsudin, SH. No.50 Kota Sukabumi 43113
Tlp. 0266-218345, 218342 Fax.0266-218342
 2013


TAWURAN ANTARA SMA 70 DENGAN SMK 712
A.    Penertian Tawuran
Tawuran adalah suatu kejadian yang terjadi pada kalangan masyarakat dengan latar belakang yang ketidaksamaannya antar pendapat satu sama lainnya.
  1. Pengertian Remaja
Remaja adalah anak yang masih mengalami masa puber yang memiliki jiwa ego yang sangat tinggi sehingga emosinya tak mudah untuk dikendalikan.
  1. Psikologi Remaja
Mental pada masa remaja sangatlah tidak menentu, tingkat sensitifnya pun sangat tinggi maka dari itu juka mereka berbuat kesalahan janganlah menberikan hukuman fisik sebagai sanksinya.
  1. Penyebab Tawuran
  • Lingkungan Rumah Tangga, kedua orang tua yang sibuk membuat anak-anak tumbuh dalam suasana kesepian. Sementara di sekolah, dia juga tidak menemukan ketenangan dan kehidupan yang optimis untuk mencapai masa depan di sekolah.
  • Peran guru di sekolah, beberapa guru di sekolah bukan sebagai pendidik melainkan sebagai karyawan di sekolahnya. Sebab peran guru pada masa sekarang sangatlah tidak sesuai dengan profesinya sebagai pendidik, karena yang ditekankan pada anak muridnya bukan nilai budi pekerti yang dicapai tetapi nilai intelektual yang tinggi sebagai syarat untuk lulus Ujian Nasional.
  1. Nilai Positif yang terkandung dalam aksi tawuran
  • Nilai Nasionalisme, kebersamaan yang sangatlah kompak dengan pemahaman yang sama dan memiliki tujuan yang sama pula.
  • Nilai Kerjasama, rasa solidaritas membuat mereka mampu menyamakan perbedaan guna untuk mencapai kesejahteraan bersama.
  • Nilai Patriotisme, tindakan kepahlawanan pada diri mereka sangat tidak tepat pada tempatnya. Sebab hal tersebut mengakibatkan tindakan yang bersifat anarkis dan membahayakan  nyawa orang lain dengan perbuatan yang sia-sia dan tidak bermanfaat.
  1. Menurut Pandangan IPS
  • Sejarah: Zaman dulu para pahlawan berperang melawan penjajah karena ingin membela kebenaran, namun pada aksi tawuran ini mempertahankan kebenaran menurut masing-masing kelompoknya saja tanpa dibenarkan oleh lingkungan mereka.
  • Ekonomi: Ketika aksi tawuran itu terjadi banyak hal yang sangat merugikan khususnya pada fasilitas-fasilitas yang ada di tempat kejadian, dan hal ini sangat mempengaruhi keuangan pemerintah untuk memperbaiki fasilitas yang rusak oleh aksi tawuran tersebut.
  • Geografi Sosial: Lingkungan merupakan faktor yang sangat penting dalam kejadian ini, lingkungan yang negatif membuat remaja gampang terpengaruhi sehingga mengakibatkan aksi anarkis tersebut.
  • Sosiologi: Hubungan antara remaja tersebut sangatlah kurang baik, ketika memiliki suatu masalah tidak diselesaikannya dengan cara musyawarah akan tetapi menggunakan perlakuan fisik seperti tawuran.
  • Psikologi Sosial: Mental seorang remaja sangatlah labil, merekaselalu membenarkan yang biasa (tawuran) dibandingkan membiasakan yang benar (musyawarah) jika terdapat perbedaan pendapat.
  • Politik: Dalam sebuah aksi tawuran pastinya terdapat propokator yakni sebagai ketua dalam organisasi itu, salahnya ketua tersebut tidak memiliki jiwa kepemimpinan yang baik sehingga kebijakannya pun bersifat negatif.
  • Antropologi: Masyarakat merasa acuh bila mereka tidak merasa dirugikan oleh budaya tawuran ini, namun ketika ada korban barulah masyarakat mau membuka mata mereka.



  1. Nilai Positif Tawuran diangkat menjadi satuan pendidikan
Patut untuk dicontohi kebersamaan, kerjasama mereka dalam dunia pendidikan. Hal ini memunculkan rasa kekompakan antara peranan seorang guru dengan peserta didik, ketika murid merasa nyaman di sekolah dan menemukan tempat curhat yaitu maka kecil kemungkinannya para remaja untuk melakukan aksi tawuran yang kini telah membudaya di Indonesia hingga aksi anarkis tersebut sampai menelan korban.
Dalam kurikulum sekolah haruslah ditekankan pada nilai budi pekerti dan toleransi, dan peranan guru tidak hanya mengajarkan materi saja akan tetapi mendidik anak didiknya menjadi manusia yang memiliki moral dan sikap yang baik. Jika semua sudah terwujud maka amat sangat mudahnya untuk menyatukan suatu perbedaan guna mencapai kesejahteraan bersama mulai dari individu, komunitas, masyarakat, dan negara ini.


BUDAYA NGELEM DI KALANGAN ANAK JALANAN
Negara Indonesia adalah negara yang memiliki tingkat kepadatan penduduk yang cukup tinggi, sehingga lapangan pekerjaan semakin kecil kemungkinannnya untuk didapatkan khususnya bagi mereka yang tidak merasakan duduk di bangku dunia pendidikan, oleh sebab itu tingkat kebodohan, kemiskinan, dan kesejahteraan bangsa Indonesia belumlah terjamin.
Hingga tahun demi tahun penduduk Indonesia semakin bertambah, dan tingkat kejahatan semakin tinggi guna untuk untuk mencukupi hidupnya. Mencari pekerjaan pada zaman sekarang sangatlah sulit, maka untuk kalangan anak usia sekolah pun terpaksa untuk mencari nafkah dengan berbagai macam pekerjaannya dibandingkan sekolah.
Lalu masalah yang ada pada masyarakat Indonesia adalah sikap orang dewasa yang tidak bertanggung jawab dan seenaknya memperlakukan anak kecil yang polos dan membiarkan mereka berbuat suatu perbuatan yang menyimpang bahkan sangat merugikan kesehatan mereka. Lem adalah bahan perekat untuk merekatkan berbagai macam benda yang kini disalah gunakan oleh mereka anak kecil dan dikonsumsinya. Meski bukan Narkoba yang mereka konsumsi, tetapi bahaya yang ditimbulkan memiliki kesamaan pada narkoba yaitu membuat si pemakai merasa tenang dan memiliki daya khayal yang cukup tinggi. Mereka melakukan hal tersebut seakan-akan hanya menenangkan pikiran sejenak dan melupakan keadaan yang mereka alami saat ini.
Sangat jelas bahwa lingkungan sosial yang mereka singgahi merupakan lingkungan yang sudah terbiasa melakukan kebiasaan tersebut, Ilmu yang mempelajari tentang Sosial adalah IPS. Besar kemungkinannya mata pelajaran tersebut sangat mempengaruhi tentang prilaku-prilaku sosial pada diri seseorang maka dari itu tindakan pemerintah haruslah bersikap tegas, dan mau membuka mata pada mereka yang ada pada kalangan dibawah khususnya mensejahterakan kehidupan masyarakat miskin dan memenuhi kebutuhan anak-anak usia sekolah untuk bersekolah. Hingga nantinya apa yang mereka perbuat mengetahui hal negatif/positif yang akan terjadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar