TUGAS
ANALISIS VIDEO PENDEK
Diajukan untuk
memenuhi tugas Mata Kuliah
Pendidikan IPS
di SD 2
Disusun Oleh:
Rustiani Hartini (063161111143)
Semester IV
PGSD kelas D
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI
Jl. R. S
yamsudin, SH. No.50 Kota Sukabumi 43113
Tlp.
0266-218345, 218342 Fax.0266-218342
2013
TAWURAN ANTARA SMA 70
DENGAN SMK 712
A.
Penertian
Tawuran
Tawuran
adalah suatu kejadian yang terjadi pada kalangan masyarakat dengan latar
belakang yang ketidaksamaannya antar pendapat satu sama lainnya.
- Pengertian Remaja
Remaja
adalah anak yang masih mengalami masa puber yang memiliki jiwa ego yang sangat
tinggi sehingga emosinya tak mudah untuk dikendalikan.
- Psikologi Remaja
Mental
pada masa remaja sangatlah tidak menentu, tingkat sensitifnya pun sangat tinggi
maka dari itu juka mereka berbuat kesalahan janganlah menberikan hukuman fisik
sebagai sanksinya.
- Penyebab Tawuran
- Lingkungan Rumah Tangga, kedua orang tua yang sibuk membuat anak-anak tumbuh dalam suasana kesepian. Sementara di sekolah, dia juga tidak menemukan ketenangan dan kehidupan yang optimis untuk mencapai masa depan di sekolah.
- Peran guru di sekolah, beberapa guru di sekolah bukan sebagai pendidik melainkan sebagai karyawan di sekolahnya. Sebab peran guru pada masa sekarang sangatlah tidak sesuai dengan profesinya sebagai pendidik, karena yang ditekankan pada anak muridnya bukan nilai budi pekerti yang dicapai tetapi nilai intelektual yang tinggi sebagai syarat untuk lulus Ujian Nasional.
- Nilai Positif yang terkandung dalam aksi tawuran
- Nilai Nasionalisme, kebersamaan yang sangatlah kompak dengan pemahaman yang sama dan memiliki tujuan yang sama pula.
- Nilai Kerjasama, rasa solidaritas membuat mereka mampu menyamakan perbedaan guna untuk mencapai kesejahteraan bersama.
- Nilai Patriotisme, tindakan kepahlawanan pada diri mereka sangat tidak tepat pada tempatnya. Sebab hal tersebut mengakibatkan tindakan yang bersifat anarkis dan membahayakan nyawa orang lain dengan perbuatan yang sia-sia dan tidak bermanfaat.
- Menurut Pandangan IPS
- Sejarah: Zaman dulu para pahlawan berperang melawan penjajah karena ingin membela kebenaran, namun pada aksi tawuran ini mempertahankan kebenaran menurut masing-masing kelompoknya saja tanpa dibenarkan oleh lingkungan mereka.
- Ekonomi: Ketika aksi tawuran itu terjadi banyak hal yang sangat merugikan khususnya pada fasilitas-fasilitas yang ada di tempat kejadian, dan hal ini sangat mempengaruhi keuangan pemerintah untuk memperbaiki fasilitas yang rusak oleh aksi tawuran tersebut.
- Geografi Sosial: Lingkungan merupakan faktor yang sangat penting dalam kejadian ini, lingkungan yang negatif membuat remaja gampang terpengaruhi sehingga mengakibatkan aksi anarkis tersebut.
- Sosiologi: Hubungan antara remaja tersebut sangatlah kurang baik, ketika memiliki suatu masalah tidak diselesaikannya dengan cara musyawarah akan tetapi menggunakan perlakuan fisik seperti tawuran.
- Psikologi Sosial: Mental seorang remaja sangatlah labil, merekaselalu membenarkan yang biasa (tawuran) dibandingkan membiasakan yang benar (musyawarah) jika terdapat perbedaan pendapat.
- Politik: Dalam sebuah aksi tawuran pastinya terdapat propokator yakni sebagai ketua dalam organisasi itu, salahnya ketua tersebut tidak memiliki jiwa kepemimpinan yang baik sehingga kebijakannya pun bersifat negatif.
- Antropologi: Masyarakat merasa acuh bila mereka tidak merasa dirugikan oleh budaya tawuran ini, namun ketika ada korban barulah masyarakat mau membuka mata mereka.
- Nilai Positif Tawuran diangkat menjadi satuan pendidikan
Patut
untuk dicontohi kebersamaan, kerjasama mereka dalam dunia pendidikan. Hal ini
memunculkan rasa kekompakan antara peranan seorang guru dengan peserta didik,
ketika murid merasa nyaman di sekolah dan menemukan tempat curhat yaitu maka
kecil kemungkinannya para remaja untuk melakukan aksi tawuran yang kini telah
membudaya di Indonesia hingga aksi anarkis tersebut sampai menelan korban.
Dalam
kurikulum sekolah haruslah ditekankan pada nilai budi pekerti dan toleransi, dan
peranan guru tidak hanya mengajarkan materi saja akan tetapi mendidik anak
didiknya menjadi manusia yang memiliki moral dan sikap yang baik. Jika semua
sudah terwujud maka amat sangat mudahnya untuk menyatukan suatu perbedaan guna
mencapai kesejahteraan bersama mulai dari
individu, komunitas, masyarakat, dan negara ini.
BUDAYA
NGELEM DI KALANGAN ANAK JALANAN
Negara
Indonesia adalah negara yang memiliki tingkat kepadatan penduduk yang cukup
tinggi, sehingga lapangan pekerjaan semakin kecil kemungkinannnya untuk
didapatkan khususnya bagi mereka yang tidak merasakan duduk di bangku dunia
pendidikan, oleh sebab itu tingkat kebodohan, kemiskinan, dan kesejahteraan
bangsa Indonesia belumlah terjamin.
Hingga
tahun demi tahun penduduk Indonesia semakin bertambah, dan tingkat kejahatan
semakin tinggi guna untuk untuk mencukupi hidupnya. Mencari pekerjaan pada
zaman sekarang sangatlah sulit, maka untuk kalangan anak usia sekolah pun
terpaksa untuk mencari nafkah dengan berbagai macam pekerjaannya dibandingkan
sekolah.
Lalu
masalah yang ada pada masyarakat Indonesia adalah sikap orang dewasa yang tidak
bertanggung jawab dan seenaknya memperlakukan anak kecil yang polos dan
membiarkan mereka berbuat suatu perbuatan yang menyimpang bahkan sangat
merugikan kesehatan mereka. Lem adalah bahan perekat untuk merekatkan berbagai
macam benda yang kini disalah gunakan oleh mereka anak kecil dan dikonsumsinya.
Meski bukan Narkoba yang mereka konsumsi, tetapi bahaya yang ditimbulkan
memiliki kesamaan pada narkoba yaitu membuat si pemakai merasa tenang dan
memiliki daya khayal yang cukup tinggi. Mereka melakukan hal tersebut
seakan-akan hanya menenangkan pikiran sejenak dan melupakan keadaan yang mereka
alami saat ini.
Sangat
jelas bahwa lingkungan sosial yang mereka singgahi merupakan lingkungan yang
sudah terbiasa melakukan kebiasaan tersebut, Ilmu yang mempelajari tentang
Sosial adalah IPS. Besar kemungkinannya mata pelajaran tersebut sangat
mempengaruhi tentang prilaku-prilaku sosial pada diri seseorang maka dari itu tindakan
pemerintah haruslah bersikap tegas, dan mau membuka mata pada mereka yang ada
pada kalangan dibawah khususnya mensejahterakan kehidupan masyarakat miskin dan
memenuhi kebutuhan anak-anak usia sekolah untuk bersekolah. Hingga nantinya apa
yang mereka perbuat mengetahui hal negatif/positif yang akan terjadi.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar